Pameran “Pura-Pura Lupa” Hidupkan Pasar Seni Ancol, Perkuat Jakarta sebagai Kota Budaya Global
- Redaksi
- Jumat, 24 April 2026 18:12
- 44 Lihat
- Nasional
Jakarta, Media Budaya Indonesia.Com - Pameran seni bertajuk “Pura-Pura Lupa” resmi dibuka di North Art Space, kawasan Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026).Kegiatan ini diinisiasi oleh seniman Nanek dan Abdul Haris yang dikenal dengan sapaan Bang Black, serta akan berlangsung hingga 30 April 2026.
Pembukaan pameran dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Arianto, serta Kasudin Kebudayaan Jakarta Utara Diah.
Pameran ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran karya seni (art exhibition), pertunjukan musik (live music), hingga diskusi seni (art talk) yang terbuka untuk publik.
Tak hanya itu, suasana kawasan Pasar Seni Ancol juga semakin semarak dengan gelaran Jazz Nights yang menghadirkan kolaborasi Sumber Ria bersama penyanyi Andien. Rangkaian acara ini menjadi bagian dari program menuju Jakarta sebagai kota budaya dan kreatif yang berkelas dunia.
Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Arianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi perkembangan seni di Jakarta.
“Pameran ‘Pura-Pura Lupa’ ini menghadirkan banyak karya yang akan ditampilkan selama 24 hingga 30 April. Termasuk rangkaian Jazz Nights yang diharapkan dapat mengisi ruang-ruang seni di Jakarta agar semakin maju dan berkembang,” ujar Budi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana, menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan kota global.
“Menghidupkan budaya harus terus kita lakukan. Jakarta sebagai kota global tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga harus maju dalam aspek budayanya hingga dikenal di tingkat internasional,” kata Ali.
Ia juga menambahkan pesan dari Wakil Gubernur agar Jakarta menjadi kota yang inklusif dan modern, termasuk dalam mendukung para seniman lokal.
“Kita ingin Jakarta menjadi kota yang inklusif dan modern, terutama dalam mendukung seniman Betawi agar bisa terus berkembang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pasar Seni Ancol diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat seni dan budaya yang dinamis, sekaligus menjadi ruang kreatif bagi seniman, komunitas, dan generasi muda.
Momentum ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk menikmati berbagai karya dan aktivitas kreatif di salah satu destinasi seni unggulan di ibu kota.
(NK)